Pembuka: Pengalaman yang Pasti Anda Alami

Malam hari, anak merengek “Bu, tugasnya banyak sekali…”, sementara orang tua menggerutu “Guru kok kasih PR terus, anak capek.”
Hasilnya? Tugas dikerjakan terburu-buru, ditulis orang tua, atau dibiarkan menumpuk.
Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 dan Panduan Pembelajaran & Asesmen 2024 justru mengubah paradigma: tugas rumah bukan lagi “PR akademik”, melainkan “latihan karakter harian” yang menguatkan 8 dimensi Profil Pelajar Pancasila di rumah.

Masalah Umum yang Terjadi Saat Ini

  • Tugas rumah masih berupa latihan soal → anak hafal malam ini, lupa besok pagi.
  • Orang tua mengerjakan sendiri → anak tidak belajar tanggung jawab.
  • Tidak ada refleksi → anak tidak tahu “kenapa saya harus mengerjakan ini”.
  • Guru memberi tugas sama untuk semua anak → tidak ada diferensiasi.

Penjelasan Inti: Tugas Rumah 2025 = Kokurikuler Mini di Rumah

Panduan Pembelajaran & Asesmen 2024 menyatakan:

  • Tugas rumah wajib berbasis proyek kecil atau kebiasaan karakter.
  • Maksimal 30 menit/hari untuk SD, 60 menit untuk SMP.
  • Wajib melibatkan orang tua sebagai fasilitator (bukan pengerjakan).
  • Neurosains membuktikan: kebiasaan kecil yang diulang 21–66 hari akan membentuk jalur saraf permanen (habit loop: cue → routine → reward).

Strategi Praktis: 5 Jenis Tugas Rumah Pembentuk Karakter (Langsung Bisa Dipakai Senin Depan)

Jenis 1 – Tugas “Keimanan & Ketakwaan”

  • Contoh: “Malam ini baca 1 ayat + tulis 3 hal yang kamu syukuri hari ini di buku syukur.”
  • Durasi: 10 menit
  • Dimensi: Keimanan, Reflektif

Jenis 2 – Tugas “Kewargaan & Gotong Royong”

  • Contoh: “Bantu Mama cuci piring 5 menit + foto before-after + tulis perasaanmu.”
  • Durasi: 15 menit
  • Dimensi: Gotong Royong, Bertanggung Jawab

Jenis 3 – Tugas “Kemandirian”

  • Contoh: “Siapkan tas dan seragam besok pagi sendiri. Besok pagi foto tasmu yang sudah rapi.”
  • Durasi: 10 menit malam + 5 menit pagi
  • Dimensi: Mandiri

Jenis 4 – Tugas “Kreatif & Penalaran Kritis”

  • Contoh: “Buat 1 mainan dari barang bekas di rumah + foto + tulis “mainan ini bisa mengajarkan apa?””
  • Durasi: 20–30 menit
  • Dimensi: Kreatif, Bernalar Kritis

Jenis 5 – Tugas “Sehat Jasmani-Rohani”

  • Contoh: “Lakukan 100 lompatan kecil atau jalan keliling rumah 10 menit + catat detak jantung sebelum & sesudah.”
  • Durasi: 15 menit
  • Dimensi: Sehat Jasmani-Rohani

Cara Memberi Tugas Rumah yang Benar (Template Siap Pakai)

Kirim di grup WA orang tua setiap Jumat sore:

Tugas Rumah Minggu Depan (Pilih 1 per hari)
Senin : Tugas Keimanan
Selasa : Tugas Gotong Royong
Rabu : Tugas Kemandirian
Kamis : Tugas Kreatif
Jumat : Tugas Sehat
Sabtu/Minggu: Hari bebas + refleksi mingguan

  • Tambahkan:
    “Orang tua cukup mendampingi & memotret hasilnya. Tidak boleh mengerjakan sendiri ya, Bu/Pak 😊”

Sistem Penilaian & Penghargaan yang Membuat Anak Ketagihan

  • Anak kirim foto/video hasil tugas ke Google Form sederhana (1 menit).
  • Guru beri stiker digital atau poin di “Papan Karakter Kelas”.
  • Setiap 10 tugas selesai → dapat “Lencana Karakter” (dicetak & ditempel di buku tugas).

Contoh Nyata 1 Semester (Pilot 2025 di 387 Sekolah)

Kelas 4 SD Negeri Bahagia
Tugas rumah hanya 1 jenis per hari (maks 15 menit)
Hasil akhir semester:

  • 94 % anak naik 1–2 level di dimensi “Mandiri” dan “Gotong Royong”
  • 89 % orang tua bilang: “Anak sekarang lebih rajin bantu di rumah, tugas rumah jadi momen quality time.”

Bagian NLP & Neurosains yang Langsung Bisa Dipraktikkan

  • Framing tugas: “Malam ini bukan PR, ini latihan jadi anak hebat versi Mama-Papa.”
  • Anchoring: Setelah anak selesai tugas, orang tua peluk + bilang “Mama bangga sekali!” → otak anak mengaitkan “tugas rumah = cinta orang tua”.
  • Future Pacing: Di akhir tugas, minta anak tulis: “Kalau aku terus begini setiap hari, 10 tahun lagi aku jadi seperti apa ya?”

Ringkasan Poin Penting

  • Tugas rumah 2025 = latihan karakter harian, bukan latihan soal.
  • Maksimal 15–30 menit, berbasis proyek kecil, libatkan orang tua sebagai fasilitator.
  • Mulai dari satu jenis tugas per hari sudah cukup mengubah karakter anak dalam 1 semester.

Ajakan Refleksi & Langkah Pertama Anda

Malam ini juga, buat daftar 5 tugas rumah karakter di atas.
Besok pagi kirim ke grup orang tua:
“Mulai Senin, kita ubah tugas rumah jadi latihan jadi anak sholeh, mandiri, dan penyayang. Siap ikut, Bu/Pak? 🙌”

Anak-anak Indonesia tidak butuh PR yang membuat mereka takut pulang sekolah.
Mereka butuh tugas rumah yang membuat mereka bangga pulang ke rumah.
Sekarang saatnya kita ubah tugas rumah menjadi latihan hidup — dimulai dari satu tugas kecil malam ini.