Pernahkah Anda merasa seperti ini:
Pagi mengajar dengan semangat, sore-sore baru sibuk membuat soal ulangan, malamnya menilai, besoknya baru kasih tahu anak-anak “kemarin kamu salah di sini”?
Anak sudah lupa materi, guru capek, dan pembelajaran seperti terputus-putus.

Panduan Pembelajaran dan Asesmen Edisi Revisi 2024 (hal. 12–19) dan Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 menyatakan dengan sangat tegas:
“Pembelajaran dan asesmen adalah satu siklus yang tidak terpisahkan. Asesmen terjadi selama pembelajaran berlangsung, bukan setelahnya.”

Artinya: menilai = mengajar ulang dengan cara yang lebih tepat.

Gambaran Siklus yang Hidup (Bukan Roda Mati)

     ┌────────────────────┐
     │   1. Merencanakan   │ ← Tujuan akhir minggu ini anak bisa apa?
     └────────┬───────────┘
              ↓
     ┌────────────────────┐
     │ 2. Melaksanakan    │ → Guru fasilitasi, anak aktif bereksplorasi
     └───────┬────────────┘
             ↓
     ┌────────────────────┐      ┌────────────────────┐
     │ 3. Mengamati &      │────▶ │ 4. Memberi umpan   │
     │    Mengumpulkan     │      │    balik langsung  │
     │    bukti belajar    │      └────────┬───────────┘
     └───────┬────────────┘               ↓
             ↓                  ┌──────────────────────┴───────┐
     ┌────────────────────┐    │ 5. Menyesuaikan│
     │ 6. Refleksi bersama│◀───│ pembelajaran   │
     └────────────────────┘    │ selanjutnya    │
                               └────────────────┘

Siklus ini berputar setiap hari, bahkan setiap 10 menit sekali.

Contoh Nyata Satu Siklus dalam 1 Pertemuan 90 Menit

(Kelas 5 SD – Tema Energi Alternatif, intrakurikuler IPA + kokurikuler P5)

WaktuAktivitas PembelajaranAktivitas Asesmen (terintegrasi)Umpan Balik & Penyesuaian Langsung
0–10 menitGuru tanya: “Menurut kalian, apa yang membuat kincir angin berputar?”Observasi cepat + traffic light kartuKelompok merah langsung guru dekati demo ulang
10–50 menitAnak bereksperimen membuat kincir dari kertas & sedotanGuru keliling: foto proses + sticker smile“Kelompok 3 sudah 🌳 di bentuk sudu, ayo tambah pemberat supaya lebih cepat”
50–70 menitTiap kelompok presentasi 2 menitRubrik 3 tingkat (🌱🌿🌳) sudah ditempel di dindingGuru & teman kasih “Two Stars and a Wish” lisan
70–85 menitRefleksi kelas: “Apa yang sudah berhasil? Apa yang mau diperbaiki besok?”Anak tulis di post-it, tempel di papan “Parking Lot”Guru baca keras-keras tanpa sebut nama → semua merasa didengar
85–90 menitGuru: “Besok kita lanjut ke energi matahari. Siapa yang sudah punya ide?”Catat anak yang antusias vs yang diamPenyesuaian: besok anak antusias jadi fasilitator kelompok

Hasil: tidak ada anak yang “tertinggal” sampai akhir minggu karena setiap 10–20 menit sekali sudah ada intervensi.

5 Langkah Praktis Mengubah Kelas Anda Menjadi Siklus Hidup

  1. Hari Senin pagi
    Tulis 1–2 pertanyaan besar di papan:
    “Akhir minggu ini, aku ingin anak-anak bisa …”
  2. Setiap hari
    Siapkan “Papan Bukti Belajar” (bisa whiteboard kecil):
  • Foto proses
  • Post-it refleksi anak
  • Rubrik 🌱🌿🌳 yang sudah dicentang anak sendiri
  1. Setiap 20 menit sekali
    Lakukan “Pause & Pulse Check” 30 detik:
    “Tangan ke atas kalau sudah paham… tangan ke samping kalau masih bingung… tangan ke bawah kalau butuh bantuan sekarang.”
    Langsung sesuaikan.
  2. Akhir hari (5 menit)
    Guru tulis di buku catatan ajaib:
    “Hari ini 70 % anak sudah 🌿 di konsep gaya. Besok mulai dengan peer teaching.”
  3. Akhir minggu
    Raport mingguan hanya 3 baris per anak:
  • Yang sudah membuatku bangga…
  • Langkah kecil berikutnya…
  • Catatan dari anak sendiri…

Integrasi Neurosains + Spiritual-Modern

  • Setiap kali anak mendapat umpan balik langsung → dopamin + oksitosin naik → ingatan menguat (long-term potentiation).
  • Rasa “aku sedang diawasi untuk dibantu, bukan dihakimi” menciptakan lingkungan psikologis aman (psychological safety) → kreativitas & ke langit.
  • Dari sudut spiritual: setiap anak adalah amanah. Menilai sambil mendampingi = ibadah mendidik dengan penuh kasih.

Ringkasan Poin Penting

  • Pembelajaran dan asesmen bukan dua kegiatan, melainkan satu denyut nadi
  • Siklus berputar setiap hari, bahkan setiap jam pelajaran
  • Alat sederhana: traffic light, rubrik 3 tingkat, post-it refleksi, foto proses
  • Umpan balik diberikan dalam hitungan menit, bukan minggu
  • Hasil: anak tidak pernah “tertinggal”, guru tidak pernah kehabisan napas

Ajakan Refleksi Malam Ini

Besok pagi, masuk kelas dengan satu komitmen kecil saja:
“Saya akan memberikan setidaknya satu umpan balik positif + satu langkah berikutnya kepada setiap anak sebelum bel pulang.”

Lakukan selama satu minggu.
Minggu berikutnya, Anda akan kaget:
kelas Anda tidak lagi terasa seperti “mengajar”,
melainkan seperti “menemani 30 pohon kecil sedang bertumbuh setiap hari”.

Karena itulah hakekat pendidikan baru 2025:
Pembelajaran dan asesmen bukan lagi dua garis terpisah, melainkan satu lingkaran cinta yang terus berputar, mengangkat setiap anak ke langit potensi terbaiknya.

Selamat menjalani siklus yang hidup,
Guru dan Orang Tua yang menjadi denyut nadi bagi anak-anak bangsa. ❤️🌱